NEWS

Ikatsi nilai industri tekstil Indonesia belum bisa bersaing

Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi) menganggap industri tekstil Indonesia tidak kompetitif dan tidak bisa bersaing dengan industri negara-negara lain. Hal ini juga yang menyebabkan akhirnya banjir impor dari negara lain.
"Harga tekstil kita mahal, mutu kurang. Dengan kondisi tersebut, siapa yang mau beli?" kata Ketua Umum IKATSI Suharno Rusdi pada Rabu (30/10) di Jakarta. >> next

Ikatsi: Revisi Permendag Harapan Besar Industri Tekstil Indonesia

IKATAN Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi) menyambut baik langkah pemerintah untuk segera mengeluarkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 64 Tahun 2017 Tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Ketua Umum Ikatan Tekstil Indonesia (IKATSI) Suharno Rusdi menyatakan hal itu memberikan harapan besar bagi industri tekstil di Indonesia. >> next

IKATSI Terus Kawal Agenda Penyelamatan Industri Tekstil

Jakarta-Pasca pertemuan dengan Presiden Jokowi minggu lalu, langkah cepat tanggap darurat penyelamatan industri tekstil nasional menyisakan agenda revisi PERMENDAG 64 tahun 2017 dan evaluasi keberadaan tekstil di Pusat Logistik Berikat (PLB). Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) menilai kedua agenda ini masih sangat perlu dikawal agar tidak disisipi kepentingan kelompok importir pedagang.
Ketua Umum IKATSI, Suharno Rusdi menyatakan bahwa pihaknya masih melihat kelompok importir pedagang berkedok produsen terlibat aktif dalam melakukan revisi PERMENDAG 64 2017 untuk melindungi aktivitas impor mereka. Hal ini pun terlihat dari tidak dilibatkannya pihak industri yang saat ini tertekan akibat banjir impor. >> next

NEXT HOME