Alumni perguruan tinggi tekstil yang akan bergabung dalam kegiatan ini ada 9 perguruan tinggi yaitu Poltek STTT, UNIS, UPN, AITB, ATB-UNBAR, UII, ATW, Universitas Pekalongan dan Akateks. “Pertemuan minggu lalu di Kementerian Perindustrian memutuskan Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan Kongres ini” kata Redma.

 

Penyelenggaraan Kongres ini diharapkan dapat mempersatukan ahli-ahli tekstil se-Indonesia agar lebih siap menghadapi tantangan industri tekstil kedepan. “IKATSI melihat pertumbuhan industri TPT nasional ini belum dapat dioptimalkan dimana SDM menjadi salah satu permasalahannya” ujar Redma.

 

Dalam diskusi-diskusi internal IKATSI terkuak bahwa ada beberapa permasalahan SDM tekstil nasional, mulai dari keterbatasan kuantitas, minimnya kesempatan untuk meningkatkan kualitas karena harus bersaing dengan tenaga kerja asing hingga konektivitas antara tenaga ahli dan industri.

 

Untuk itu pihaknya mengajak seluruh ahli tekstil untuk dapat hadir dalam kegiatan Kongres ini dan berembug bersama guna mencari solusi-solusi pengembangan industri TPT nasional. “Kedepan tenaga ahli tekstil harus menjadi penggerak utama dalam mengembangkan industri TPT nasional yang lebih advance” pungkasnya.